Tugas Polisi Itu Mulia, Berdasar Perintah Agama dan Perintah Negara

Tribratanews.kudus.jateng.polri.go.id – Setiap amal itu tergantung niatnya,  demikian halnya pekerjaan polisi.  Ketika hanya didasarkan pada hukum negara maka yang ada hanya antara kewajiban  yang harus dikerjakan dan hak yang harus didapatkan, namun ketika pekerjaan polisi dalam memelihara kamtibmas dimaknai sebagai amar ma’ruf dan menegakkan hukum dimaknai sebagai nahi mungkar maka melakukan pekerjaan polisi akan menjadi implementasi dan mewujudkan manusia yang beriman sehingga akan mengantarkannya kepada golongan umat yang terpilih, kata Ipda Subkhan, S.H., M.H dalam kegiatan binrohtal di Masjid Al Quds Mapolres Kudus (2019/06/27).

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya,  sehingga tugas polisi berikutnya yaitu  melindungi, mangayomi dan melayani masyarakat adalah sarana untuk mewujudkan manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya, artinya kalau kita melakukan hal tersebut maka kita insyaalloh akan tergolong sebagai manusia yang baik, imbuhnya.

Mendasarkan apa yang kita lakukan tidak hanya pada hukum negara, namun juga mendasarkan kepada hukum agama, akan memotivasi kita melakukannya dengan penuh keikhlasan sehingga yang kita lakukan akan bernilai ibadah.

Para pendahulu kita memilih angka 110 bukan tanpa sebab, ternyata kalau kita mau mempelajari Al Qur’an dan kita buka Surat Ali Imron ayat ke-110, secara substansi itu identik dengan tugas pokok polisi.

Dengan mengetahui hal tersebut diatas maka besar harapan tidak ada keraguan lagi untuk menjalani profesi polisi, tidak ada lagi penyimpangan dan atau pelanggaran yang dilakukannya,  karena profesi polisi itu mulia dilihat dari sisi hukum negara dan sisi hukum agama, pungkasnya.