SEMANGAT KESAKTIAN PANCASILA

Tribratanews.jateng.kudus.polri.go.id – Upacara merupakan pembiasaan karakter disiplin, tertib, jiwa patriotisme dan nasionalisme. Hari Selasa, 1 Oktober 2019 merupakan hari spesial karena upacara peringatan Kesaktian Pancasila yang menjadi inspektur upacara adalah IPDA Subkhan, S.H., M.H (Kanit Kamsus Satintelkam Polres Kudus). Anak-anak sangat antusias mengikuti dan mendengarkan dari awal hingga akhir. Beliau memberikan semangat dengan Salam Persatuan, “selamat pagi, dan jawabannya pagi ,,,, pagi ,,, pagi, saya Indonesia, saya Pancasila ,,, Tepukan gemuruhpun mengiringi.

Dalam amanat upacara beliau berpesan kepada anak-anak: ” Pancasila adalah kesepakatan dari berbagai elemen bangsa tak terkecuali para ulama. Tidak hanya itu beliau juga berpesan, “yang membuat kita bisa hidup bersama adalah rajutan, dan salah satu rajutan yang luar biasa yaitu Pancasila.

Kita punya rajutan Bhineka Tunggal Ika, kita punya rajutan NKRI, dan kita punya rajutan UUD 1945, Jadi jangan dirobek rajutan ini.

Para pendiri bangsa ini untuk menciptakan suasana persatuan dan kesatuan, mereka telah membuat rajutan-rajutan, jangan diusik lagi, NKRI dan Pancasila adalah final”. Beliau juga memberikan semangat dengan ” selamat pagi, jawabannya Pagi …. pagi …saya Indonesia, saya Pancasila.” .

Menurut pandangan Muhammadiyah disampaikan oleh ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir, M.Si “Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah telah diputuskan.
“Darul ahdi artinya negara tempat kita melakukan konsensus nasional. Negara kita berdiri karena seluruh kemajemukan bangsa, golongan, daerah, kekuatan politik, sepakat untuk mendirikan Indonesia. Kita ingin mengembalikan ke sana.

“Kalau darul syahadah artinya negara tempat kita mengisi. Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah didasarkan pada pemikiran-pemikiran resmi yang selama ini telah menjadi pedoman dan rujukan organisasi seperti Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), Kepribadian Muhammadiyah, Khittah-khittah Muhammadiyah, Membangun visi dan Karakter Bangsa”.

Sebagai kader generasi umat dan bangsa bersiap untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dengan sungguh-sungguh dalam beribadah serta belajar agar senantiasa menjadi tauladan bagi semua.