Sat Narkoba Gandeng Dinas Kesehatan Lakukan Razia Pil PCC

Tribratanews.kudus.jateng.polri.go.id –
Guna mengantisipasi peredaran obat Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) yang sempat menelan korban jiwa di Kendari, Sulawesi Tenggara. Petugas gabungan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Kudus dan DKK Kudus merazia sejumlah apotek di wilayah Kabupaten Kudus, Jumat (22/9) siang.

Razia tersebut dilakukan di beberapa Apotek yang berada di wilayah Kab Kudus seperti di Apotik Dadi Tombo dijalan lingkar Panjang Bae, Apotik Linmas dijalan Sunan Kudus Kota, Apotik Sido Waras di Honggosoco Jekulo, Apotik Korden dijalan R.Agil kusumadya Jati. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa di Kabupaten Kudus tidak beredar obat PCC.

KBO Reserse Narkoba Iptu Imam Sukirno yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, kami minta pihak apotek untuk memperhatikan pembeli yang membeli obat dengan kandungan tinggi, contoh obat batuk yang mengandung dextro.

Ditambahkan, pengawasan secara rutin kami lakukan. Selain melakukan tindakan penangkapan apabila ada pihak yang terbukti menyalahgunakan PCC, kami juga memberikan pembinaan. Alhamdulillah Kudus masih aman.

Meski tidak ditemukan adanya PCC atau obat ilegal, tetapi petugas gabungan Polres Kudus dan DKK Kudus juga melakukan penjelasan agar tidak menjual-belikan obat seperti itu. Jika di kemudian hari ditemukan penjualan obat PCC, maka apotek terancam sanksi dari teguran hingga pencabutan izin usaha.

Ditempat terpisah Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning Sik,MH mengatakan, langkah ini sebagai antisipasi dini terhadap peredaran obat PCC. Sebab, ada kekhawatiran obat PCC masuk ke wilayah Kudus.

“Saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk intensif melakukan razia mengenai obat keras PCC ini, di setiap apotek dan toko obat di seluruh wilayah Kabupaten Kudus,” tegas Kapolres.