Jual Pupuk Bersibsidi Secara Ilegal, Dua Orang Ini Harus Berurusan Dengan Polisi

Tribratanews.kudus.jateng.polri.go.id – AR (42) dan MKH (53) harus berurusan dengan pihak berwajib. Keduanya diduga melakukan penjualan pupuk bersubsidi secara ilegal.

Kapolres Kudus AKBP Saptono, S.I.K., M.HM melalui Kasat Reskrim AKP Rismanto, S.H., M.H. menjelaskan, penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang menduga AR menjual pupuk bersubsidi tanpa izin.

AR merupakan warga Desa Piji, Kecamatan Dawe sekaligus pemilik Toko Sumber Mulyo yang berada di desa tersebut. “Di toko ini AR memperjualbelikan pupuk bersubsidi secara ilegal,” beber Rismanto, Rabu (13/2/2019).

Setelah mendapatkan laporan pihaknya melakukan penyelidikan diketahui memang benar toko tersebut menjual pupuk bersubsidi secara ilegal. Sang pemilik AR lantas digelandang ke Mapolres Kudus untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut, Senin, (11/2/2019).

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Rismanto, AR mendapatkan pupuk dari MKH warga Desa Besito, Kecamatan Gebog yang merupakan penyalur resmi pupuk bersubsidi. “Kita amankan pula MKH karena turut membantu penjualan pupuk bersubsidi secara ilegal yang dilakukan AR,” imbuhnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari toko milik AR. Di antaranya 10 karung pupuk jenis Phonska dan empat karung pupuk jenis ZA. Masing-masing karung berisi 50 kilogram pupuk.