Penanganan Virus Covid-19, Bisa Dijadikan Tema Penyebaran Paham Radikalisme, Jangan Under Estimate.

Di tengah masa pandemi covid-19 yang sedang melanda negara kita, jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan tentang masih adanya bahaya lain yaitu penyebaran virus radikalisme, karena radikalisme akan selalu menjadi bayang-bayang di tengah masyarakat selama tujuannya belum tercapai. Berdasar berbagai hasil penelitian lembaga riset dapat diketahui bahwa jumlah mereka tidak banyak, namun keberadaan mereka sangat masif menyebarkan propaganda di media sosial dan internet”, demikian pernyataan Ipda Subkhan, S.H., M.H dalam beberapa kesempatan di media webinar, ¬†Jumat (19/6).

“Setiap kondisi yang terjadi akan selalu diolah atau digoreng oleh aktivis radikal, agar dapat dimanfaatkan sebagai tema propaganda penyebaran paham radikalisme dengan tujuan mempengaruhi masyarakat, sehingga bilamana tidak diimbangi secara masif pula dengan melibatkan semua pihak dalam rangka pembentengan masyarakat dari pengaruh tersebut, maka akan berpotensi menjadikan banyak orang yang terpapar paham radikal, kemudian menjadi simpatisan kelompok radikal dan menjadi seseorang yang berpaham radikal. Ketika sudah berpaham radikal inilah maka selangkah lagi seseorang tersebut akan dengan mudah berubah menjadi pelaku teror” imbuh Ipda Subkhan.

“Untuk dapat menangkal penyebaran ideologi radikal atau ideologi teroris, maka harus mengenali atau memahami apa yang harus ditangkal, dengan melihat dari semua sudut pandang, termasuk didalamnya terkait definisi dan bentuk-bentuk serta cara masuknya, juga memahami kelebihan dan kekurangan regulasi yang ada, untuk kemudian menentukan solusi yang tepat dan dapat menutup celah yang ada sehingga dapat mempersempit ruang gerak penyebarannya” tegasnya.

Pernyataan dan himbauan tersebut selalu diselipkan Ipda Subkhan saat menjalani peran sebagai akademisi ataupun saat mengajar mahasiswa melalui webinar, maupun saat diundang sebagai praktisi atau menjadi pemateri oleh berbagai pihak melalui media daring disaat pandemi corona.

Tentang semua pernyataan dan pesan-pesan tersebut secara lengkap sudah ditulis Ipda Subkhan dalam bukunya yang berjudul MENCEPIT – _Menutup Celah Penyebaran Ideologi Teroris_ yang diterbitkan LKiS Yogyakarta dengan pengantar, Nasir Abbas selaku Mantan Pimpinan Jamaah Islamiyah.

Ipda Subkhan, S.H., M.H sehari-hari menjabat sebagai Kanit Kamsus Satintelkam Polres Kudus, Ketua Alumni Magister Hukum Unissula Semarang, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kab. Kudus, Tutor / Pengajar di Universitas Terbuka Semarang, Penulis Buku Mencepit (Menutup Celah Penyebaran Ideologi Teroris) serta pemateri dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh kantor dinas instansi dan lembaga serta organisasi masyarakat.