PEMBEKALAN BHABINKAMTIBMAS OLEH KASAT NARKOBA POLRES KUDUS

Tribratanewskudus.com – HABINKAMTIBMAS SEBAGAI AGEN PERUBAHAN SOSIAL DI TENGAH- TENGAH MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PEREDARAN GELAP NARKOBA

UUD 1945 pasal 30 ayat 1, tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta Dalam pertahanan dan keamanan negara ,
Di ayat 2, dimana TNI & POLRI sbg kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung .
Ayat 4 kepolisian negara RI bertugas melindungi, menganyomi, melanyani dan menegakkan hukum ., dalam tugas polri menganyomi masyarakat dari segala bentuk ancaman dan gangguan keamanan dapat diwujudkan dlm tugas pembinaan dan penyuluhan guna terbangunnya daya cegah dan daya tangkal dlm menghadapi ancaman & gangguan keamanan tak terkecuali ancaman BAHAYA NARKOBA yg sudah mengancam keselamatan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat , dimana dampak daripada penyalahgunaan narkoba akan diantara sbb :
1. Menurunkan daya pikir
2. Menjadikan seseorang
menjadi malam
3. Menjadikan kebangkrutan
ekonomi keluarga krn utk
membeli narkoba
4. Menimbulkan penyakit HIV
/ AIDS
5. Merusak organ tubuh
manusia
6. Menimbulkan kematian
dalam dsb ..hal tsb di sampaikan oleh kasat narkoba polres kudus AKP SUKADI,S.H.,M.H. dalam acara pembekalan seluruh petugas bhabinkamtibmas di aula tunggal panaluan pada kamis 15 september 2016 ..

Bhabinkamtibmas sebagai agen perubahan ?

Bahwa petugas Bhabinkamtibmas adalah anggota polri , dimana dalam kehidupan berbangsa ,bernegara & bermasyarakat polisilah yg bertanggungjawab secara institusi utk menjaga keamanan dan ketertiban .
Petugas bhabinkamtibmas adalah polri yg paling dekat dengan masyarakat , dengan kedekatan itulah bhabinkamtibmas yg akan lebih tahu dari pada problematikan dalam kehidupan masyarakat di desa binaannya dan mengetahui karakter masyarakatnya daripada polisi yg bertugas di kantor , untuk itulah dg bekal ilmu kepolisian yg pernah di dapat dari dunia pendidikan utk di aplikasikan dg menggandeng semua komponen masyarakat utk menjadi masyarakat yg taat akan norma hukum, norma sosial budaya , norma agama shg dpt mewujudkan kehidupan yg harmonis di suatu desa binaannya dg demikian terciptalah kamtibmas yg kondusif .

Hukum sebagai agen perubahan ?

Bahwa maksud dan tujuan di bentuknya hukum adalah utk mengubah keadaan yg semula tdk teratur / tdk tertib utk menjadi tertib, teratur , tak terkecuali dg UU NO 5 TH 1997 Tentang psikotropika , UU NO 35 TH 2009 tentang narkotika , dimana barang tersebut di satu sisi memberikan manfaat terhadap kesehatan manusi namun di sisi lain dalam hal di salahgunakan dapat mengancam kesehatan & keselamatan manusia sebagaimana yg kami sebutkan diatas, maka kehadiran daripada uu tersebut di atas untuk menjadikan masyarakat tertib & teratur dalam penggunaanya sebagaimana yg tercantum dlm uu ..dan apabila tetap masih belum tertib sebagaimana kondisi saat sekarang penyalahgunaan narkoba dimana- mana tidak ada cara lain kecuali harus penegakan hukum utk menghentikannya..inilah makna hukum sbg agen perubahan ..

Kebijakan pencegahan & penanggulangan kejahatan menurut Prof. Barda Nawawi

Penegakan hukum merupakan bagian daripada pencegahan dan penanggulangan kejahatan , dlm konteks pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba di harapkan antara beaya yg di keluarkan dengan hasil harus seimbang , utk itu dalam penegakan hukum harus dapat membuat efek jera / deturen terhadap pelakunya, oleh karena itu para penegak hukum mulai dari penyidik , jpu dan hakim harus mempunyai komitmen yg sama di mana penyalahgunaan narkoba sudah sangat- sangat mengkhawatirkan terhadap keselamatan generasi muda yg pada akhirnya juga akan mengancam keselamatan negara ,maka vonis berat / maksimallah dlm Uu tersebut diatas harus di berlakukan guna menghentikannya , dengan vonis yg berat / maksimal dapat memberikan effek jera / effek deturen terhdp pelaku dan dapat mencegah orang lain yg mau menyalahgunakan narkoba , ini sbg wujud negara utk melindungi rakyatnya , sebagaimana yg di lakukan oleh KORINGTONE hakim inggris menghukum pencuri kuda dg hukuman 4 tahun dg harapan tdk ada lagi pencuri kuda dan juga utk melindungi kuda

Apa sanksi terhadap Pencandu sbgmna UU NO 35 TH 2009 ttg narkotika ???

Sebagaimana pasal 54 terhadap pecandu narkotika dan atau korban wajib mengikuti Rehabilitasi dg ketentuan dlm pasal 55 sbb :
1. Terhadap pecandu
narkotika yg dilakukan oleh
anak , orang tua wajib
melaporkan
2. Tethadap org dewasa ybs
wajib melaporkan .

Dengan indonesia sdh di nyatakan oleh Presiden Ir. Joko widodo sebagai darurat narkoba , sbg komoitmen satnarkoba polres kudus terhadap semua penyalahgunaan Narkoba yang tertangkap tangan kami proses sampai ke pengadilan sekalipun yg tertangkap sebagai pengguna tanpa barang bukti sebagaimana dlm pasal 127 ayat 1 dlm uu no 35 th 2009 , meskipun dlm peraturan bersama ketua MA, MENKUMHAM , MENKES, MENSOS, KAJAGUNG, KAPOLRI, KA BNN dlm pasal 4 terhadap pecandu narkotika yg tertangkap tangan dg barang bukti dlm jumlah tertentu atau tanpa barang bukti DAPAT DI REHABILITASI, namun pasal 127 ayat 2 memberikan kewenangan hakim dlm memutus terhadap terdakwa pengguna narkotika harus tetap memperhatikan pasal 54 dan pasal 55 tsb diatas.

Sebagai langkah awal atas komitmen tersebut di atas satnarkoba polres kudus melakukan upaya sosialisasi dan kampanye secara masif tentang bahaya penyalahgunaan narkoba sampai pada tingkat desa dan DEKLARASI PERANG TERHADAP PENYALAHGUNAAN & PEREDARAN GELAP NARKOBA dg memberdayakan ptgs Bhabinkamtibmas dan memasang bener – bener di mana- mana , di samping sosialisasi dan Deklarasi sampai tingkat desa satnarkoba polres kudus juga melakukan koordinasi dan mendorong lembaga pemerintah kabupaten ( skpd) ,, lembaga pendidikan tingkat dasar maupun lanjutan baik sekolah umum maupun agama di bawah naungan Disdikpora / kemenag kab. Kudus , legislatif ( DPRD) ponpes , ormas ( NU beserta badan otonomnya, Muhamadiyah beserta organisasi di bawahnya ) , pengusaha apotik / toko obat melalui DKK kab. Kudus, para pengusaha minimarket, mall melalui Disperindag , pabrik – pabrik melalui pimpinan perusahaan / manager, para komonitas ( PKL, PHRI, IBI, IDI , JURU PARKIR lewat Dishub kab kudus ) , pasar tradisional lewat ka Disperindag semuanya utk DEKLARASI PERANG TERHADAP SEGALA BENTUK PENYALAHGUNAAN DAN PERADARAN GELAP NARKOBA ..

Langkah / upaya tersebut diatas dimaksudkan sbg bentuk publikasi , sbg tindakan kepolisian persuasif edukatif dan atau pencegahan dini atas penyalahgunaan narkoba yg sdh sangat mengkhawatirkan ..

Dengan uraian tersebut diatas diharapkan terhadap para pencandu narkoba utk segera melaporkan diri utk menjalani Rehabilitasi , dan atau yg belum menyalahgunakan narkoba utk TIDAK COBA- COBA menyalahgunakan narkoba dan atau terhadap para bandar segera berhenti utk tdk mengedarkan barang haram itu , DENGAN DEMIKIAN TINDAKAN TEGAS TERHADAP PENYALAGUNAAN NARKOBA OLEH SATNARKOBA POLRES KUDUS SEBAGAI BENTUK JAWABAN UTK MENGHENTIKAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KAB. KUDUS.