Muspika kec.Undaan hidupkan kembali satlinmas desa

img-20160913-wa0252
img-20160913-wa0254

Tribratanewskudus.com. “AKU BANGGA JADI ANGGOTA SATLINMAS” Kalimat tersebut kami gunakan sebagai thema dalam kegiatan Perlombaan Kemampuan Satlinmas Desa se Kecamatan Undaan yang di nilai oleh tim dari muspika ( polsek, koramil, kecamatan ) Undaan
Sejak diberlakukannya Perpres Nomor 88 tahun 2014 keberadaan Satlinmas semakin “sayup sayup terdengar”.
Lalu bagaimana dengan keberadaan Satlinmas Desa? Apakah organisasi ini masih ada? Apakah masih eksis? Apakah Anggotanya masih ada dan tahu tugas pokok dan fungsinya? Bagaimana dengan kesejahteraan Anggotanya? Dan masih banyak pertanyaan lain terkait keberadaan Satlinmas, utamanya di wilayah Kecamatan Undaan.
Dari kegelisahan atas berbagai pertanyaan tersebut, Bapak Camat Undaan beserta jajaran Staf di Kec, Danramil 03 Undaan, Kapolsek Undaan, Pemerintah Desa se Kecamatan Undaan bertekad untuk “menghidupkan kembali” Satlinmas Desa yang mati suri.
Kami mengistilahkan dengan program “Penguatan Lembaga Satlinmas”
Meregenerasi Anggota dan membekali Anggota dengan berbagai pengetahuan dan kemampuan.
Memang, semua upaya tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Regenerasi sulit berjalan karena stigma di masyarakat tentang Linmas tidak menggembirakan. Anggota Linmas masih identik dengan Petugas penata parkir saat ada kegiatan di desa.
Tapi dengan semangat dan tujuan yang sama dari berbagai kelompok masyarakat serta pemangku kepentingan, perlahan tapi pasti, sampai saat ini keberadaan Satlinmas di wilayah Kecamatan Undaan sudah mulai terlihat.
Kerja keras Para Kepala Desa dibantu Kadus, Babinsa dan Babinkamtibmas disetiap desa sudah mulai terlihat gregetnya.
Mungkin saat ini masih dianggap “mimpi disiang bolong” jika kami sampaikan bahwa kami ingin mengembalikan jati diri Satlinmas Desa sebagai Garda Terdepan dan Pelopor / Penggerak pelaksanaan Kamtibmas serta upaya Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi, Sebelum bapak bapak keamanan datang Satlinmas sudah ada di lapangan.
Namun kami yakin, mimpi itu akan menjadi nyata manakala semua pihak saling dukung untuk mewujudkannya. Suatu saat para Anggota Satlinmas akan berkata
“AKU BANGGA JADI ANGGOTA SATLINMAS”