Kedua Belah Pihak Suporter Sepakat Untuk Berdamai

Tribratanews.jateng.kudus.polri.go.id  – Terkait Kejadian Kerusuhan Pertandingan Sepakbola Piala Soeratin U-17 antara Persiku Kudus Junior Vs Persijap Jepara Junior, siang tadi Kaplores Kudus bersama Kapolres Jepara mendampingi semua pihak yang bersangkutan dalam kerusuhan tersebut melaksanakan pertemuan di Polres Kudus, Rabu (18/9).

Berdasarkan penuturan Ketua Panitia Piala Soeratin U-17 insiden kerusuhan antar suporter Persiku Junior dan Persijap Junior itu terjadi karena penjualan tiket ke pihak suporter Persijap yang dinilai tidak memadai. Serta aksi provokasi dengan yel-yel dari suporter Persijap terhadap suporter Persiku yang dinilai  rasis sehingga berujung pada pelemparan botol ke arah pemain Persiku saat pertandingan pada menit ke 41 Sehingga terjadi kerusuhan.

Usai kedua belah pihak, diberi waktu untuk memaparkan sejumlah fakta terkait bentrok kemarin. Akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Dengan menandatangani empat poin kesepakatan.

Pertemuan yang dilakukan di Mapolres Kudus kemarin menghasilkan nota kesepakatan yang harus ditaati oleh semua pihak, masing-masing pihak menginstrospeksi dan menyesal atas kejadian yg telah terjadi.

Masing-masing pihak memiliki komitmen dan semangat yang sama dalam upaya membangun kerukuran antar supporter, persatuan dan kesatuan serta kondusifitas kamtibmas wilayah Kabupaten Kudus dan Jepara.

Masing-masing pihak bertanggung jawab atas kerugian akibat kejadian yg terjadi pada pertandingan antara Persiku Junior dan Persijab Junior dan masyarakat yang terdampak.

Dalam pertandingan selanjutnya masing-masing pihak akan menaati aturan dari PSSI dan Statuta PSSI. Serta tetap menjalin komunikasi yang intensif dengan melibatkan para pemangku kepentingan, manajemen, suporter dan pihak keamanan.

Kapolres Kudus AKBP Saptono menyampaikan semua pihak sepakat untuk berdamai dan tidak ada proses hukum terkait dengan insiden kerusuhan suporter yang terjadi di Stadion Wergu Kudus.

“Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan tidak ada lagi terjadi kerusuhan antar suporter,” tuturnya.

Sementara itu Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman menegaskan, ketika terjadi pelanggaran atas kesepakatan ini pihaknya akan memproses sebagaimana mestinya.

“Harapan kami pertemuan yang diadakan di Poles Kudus ini dapat menjadi kerukunan antar suporter Persiku dengan suporter Persijap,” ujarnya.