Kasat Narkoba Beri Kuliah Umum Mahasiswa Stikes Cendekia Dan Akper Krida Husada

Tribratanews.kudus.jateng.polri.go.id – Kasat Reserse Narkoba Polres Kudus berikan kuliah umum kepada mahasiswa Stikes Cendekia Kudus dan Akper Krida Husada. Dengan tema “Menuju Kampus Bebas Narkoba” kuliah umum tersebut diberikan kepada 260 mahasiswa Selasa (19/9).

Kasat Reserse Narkoba AKP Sukadi SH,MH menerangkan penyalahgunaan narkotika sekarang ini menjadi masalah yang serius, maka dari itu diperlukan upaya-upaya yang luar biasa untuk menanggulanginya. Permasalahan Narkotika ini tidak cukup ditangani oleh penegak hukum saja, tapi juga harus didukung peran serta dari seluruh elemen masyarakat.

Dalam Undang-undang No. 35 Tahun 2009 itu pada dasarnya mempunyai 2 (dua) sisi, yaitu sisi humanis kepada para pecandu narkotika, dan sisi yang keras dan tegas kepada bandar, sindikat, dan pengedar narkotika. Sisi humanis itu dapat dilihat sebagaimana termaktub pada Pasal 54 UU No. 35 Tahun 2009 yang menyatakan, Pecandu Narkotika dan korban penyalagunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Sedangkan sisi keras dan tegas dapat dilihat dari pasal-pasal yang tercantum di dalam Bab XV UU No. 35 Tahun 2009 (Ketentuan Pidana), yang mana pada intinya dalam bab itu dikatakan bahwa orang yang tanpa hak dan melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan, hukumannya adalah pidana penjara. Itu artinya undang-undang menjamin hukuman bagi pecandu/korban penyalahgunaan narkotika berupa hukuman rehabilitasi, dan bandar, sindikat, dan pengedar narkotika berupa hukuman pidana penjara.

Untuk itu pencegahan masuknya peredaran Narkoba diwilayah Kab Kudus terus dilakukan Polres Kudus bersama jajarannya dengan gencar melakukan upaya-upaya preventif dan represif. Upaya-upaya itu meliputi penyelamatan para pengguna narkoba dengan cara rehabilitasi, dan memberantas para bandar, sindikat, dan memutus peredaran gelap narkotika. Tetapi itu semua tidak cukup, karena diperlukan pula upaya preventif berupa pencegahan agar tidak muncul pengguna/pecandu narkotika yang baru, mengingat kata pepatah yang mengatakan, “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika saat ini tidak hanya ada pada kalangan yang cukup umur saja, bahkan pada  kalangan yang belum cukup umur. Oleh karena itu diperlukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak dini.

Keseriusan pemerintah dalam menanggulangi permasalahan penyalahgunaan narkotika tersebut sangat diperlukan. Dengan cara pemberian penyuluhan dan pembinaan kepada para generasi muda yang rentan dengan penyalahgunaan Narkoba diharapkan dapat membentuk karakter yang mampu mengetahui dampak buruk dari penyalahgunaan Narkoba dan mengarahkan generasi muda menjadi generasi yang bersih dari Narkoba.