Jangan Pernah Bosan Untuk Mengingatkan Bahaya Ideologi Teroris

KUDUS (23/11/2020, RM Resto Bambu Wulung yang berlokasi di Jl. Kudus-Pati Ds. Ngembalrejo Bae Kudus menjadi lokasi kegiatan Halaqoh Kebangsaan dengan tema Potret Radikalisme di Indonesia dan Upaya Kontra Radikal yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olah Raga Propinsi Jawa Tengah.

Halaqoh kebangsaan dalam bentuk talk show tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dari peserta yang hadir dibawah protokol kesehatan yang ketat sesuai Perbup No. 41 Tahun 2020 yang diberlakukan oleh panitia.

Tampil sebagai narasumber adalah H. Sa’adudin Annasih, Lc selaku Ketua Lembaga Dakwah NU Kudus dan Ipda Subkhan, S.H., M.H selaku Kanit Kamsus Polres Kudus sekaligus Penulis Buku Menutup Celah Penyebaran Ideologi Teroris “MENCEPIT”.

“Jangan pernah bosan untuk mengingatkan akan bahaya penyebaran ideologi teroris yaitu paham radikalisme, karena hal itu penting dan akan menjadi sangat penting manakala semakin dianggap tidak penting” Kata Ipda Subkhan mengawali materinya.

“Kalau kita tidak bisa mengembalikan mereka yang sudah terpapar paham radikalisme, setidaknya kita harus dapat membentengi diri, membentengi keluarga dan membentengi masyarakat agar tidak terpapar paham radikalisme, sehingga mereka tidak bertambah banyak,” imbuhnya.

“Bagi mereka yang sudah terpapar, janganlah sebut atau anggap mereka sebagai lawan, anggap saja sebagai saudara kita yang sedang tersesat serta lupa jalan pulang, sehingga kita memiliki kewajiban untuk menunjukkan jalan pulang tersebut tentunya dengan frekwensi yang sama agar cara kita menunjukkan jalan pulang bisa diterima,” pesan Ipda Subkhan.

Ditempat yang sama, H. Sa’adudin Annasih selaku narasumber menyatakan bahwa pemahaman agama secara skripturalisme, kebijakan politik negara dan ketidakadilan seringkali menjadi pemicu seseorang menjadi berpaham radikal, berangkat dari situlah dibutuhkan kemampuan menjelaskan ajaran agama secara komprehensif dan substansial agar tidak ditafsirkan secara sepotong-sepotong dan berakibat salah dalam implementasinya.

Dr. Abdul Jalil, M.E.I selaku moderator berhasil membawa acara halaqoh kebangsaan dalam bentuk talk show tersebut berlangsung hidup yang ditandai dengan jual beli pertanyaan dan jawaban serta argumen dari para narasumber dan peserta yang hadir diantaranya para kyai dan tokoh agama di Kabupaten Kudus.