Akun Anonim yang Sebar Hoaks atau Ujaran Kebencian Akan Dilacak Polisi

Tribratanews.kudus.jateng.polri.go.id – Menjelang Pilbup maupun Pilgub Polres Kudus telah bersiap diri dengan Satgas Anti Black Campaign atau kampanye hitam.

Penyebaran kampanye hitam memang sangat mudah menggunakan jejaring media sosial. Bahkan tidak menutup kemungkinan penyebarannya menggunkana akun anonim atau akun palsu.

“Selama masih menggunakan internet, kami akan lacak dan bisa diketahui oleh tim yang telah dibentuk, Satgas Anti Black Campain,” ujar Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning seusai sosialisasi pengawasan kepada seluruh kepala desa se-Kabupaten Kudus di Hotel Griptha, Senin (22/1/2018).

Dia mengatakan, hingga kini pihaknya telah memantau sedikitnya 50 akun facebook yang getol memosting perihal Pilbup maupun Pilgub.

Hal itu untuk mengantisipasi adanya penyebaran hoaks maupun ujaran kebencian.

“Dari 50 akun yang memosting masih secara umum persoalan politik. Belum mengarah ke hate speech atau ujaran kebencian,” tambahnya.

Menurutnya, jika kedepan terjadi penyebaran ujaran kebencian atau hoaks dilakukan oleh akun pasangan calon maupun tim sukses maka ranah penindakannya melaui Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab), kemudian baru dilimpahkan ke kepolisian.

“Dari Panwas dilimpahkan ke kami, baru kami selidiki.

Sebagai aparat penegak hukum, katanya, pihaknya akan terus memantau dan ikut mengawasi jalannya kontestasi demokrasi lima tahunan.

“Harapannya masyarakat cerdas dalam bermedsos. Tidak ada ujaran kebencian yang mengarah ke salah satu paslon atau seseorang,” katanya.

Jika terdapat akun yang terbukti menyebar hoaks atau ujaran kebencian, katanya, bisa dijerat Undang-undang ITE pasal 27 ayat 3. Yang mana, ancaman hukuman bagi pelanggar yakni enam tahun penjara dan denda satu miliar.

(Kasubbaghumas)